11.26.09

Belajar dari Si Muon

Posted in renungan, sekedar mengingatkan tagged , at 9:40 am by aulia fr

“Allah menyuruh kita untuk menghargai waktu dan mempergunakannya sebaik mungkin. Bahkan bagi muon, waktu senilai beberapa mikrosekon pun sangat berarti.”

Theory of Everything

Posted in sekedar nambah ilmu tagged , , , , , , at 9:37 am by aulia fr

Siang itu di Ruang 7 sebuah bimbel dengan T-Rex sebagai jurus jitunya…

Guru fisika favorit kami-yang sekaligus merangkap sebagai wali kelas 33D3, Pa Har, dengan santai menerangkan fisika modern dan sesekali kita nanya dan diskusi. Beliau jawab dengan sabar dan sekali lagi, tetap santai.

Ternyata fisika modern membuat semuanya serba relatif. Jika kita sekarang duduk diam, apakah benar diam? Terhadap bumi yang kita pijak kita memang diam. Tapi terhadap pusat bumi kita berotasi dan terhadap matahari kita berevolusi. Sama halnya seperti orang menjatuhkan pulpen dalam kereta yang sedang bergerak. Bagi orang di dalam kereta pulpen jatuh vertikal. Tapi bagi orang di luar kereta, lintasan jatuhnya melengkung (kaya setengah parabola) karena saat pulpen menyentuh tanah, keretanya sudah berpindah tempat. Agh sedikit bercanda: “Wah, kalo gitu semua yang kita pelajari itu salah, dong?” Kita berdua langsung ketawa2, ngebayangin gimana pusingnya kemarin ngerjain soal kesetimbangan, dan ga terima kalo SEMUA yang kemarin kita pelajari itu SALAH. Ga mungkin, ga mungkin, semoga engga salah (do’a dalam hati). Ternyata….. Alhamdulillah emang ga salah! Pa Har meluruskan pikiran -sekaligus melegakan hati kami, bahwa semua rumus fisika ga ada yang salah. “Coba aja hitung waktu yang dicapai pulpen dengan lintasan lurus dan lintasan melengkung, pasti sama”. Fiuh, berarti yang kemaren ga sia2 ya Agh^^

Ada juga Teori Relativitas Khusus yang isinya di Postulat 2, dari hasil analisis teori dan perhitungan yang complicated, Om Albert menyatakan bahwa kecepatan cahaya itu mutlak. Analoginya, jika ada mobil melesat dengan kecepatan 300km/jam, kecepatan sedemikian besar itu dirasakan oleh orang yang diam. Sedangkan bagi mobil yang bergerak 299km/jam, mobil pertama serasa bergerak 1km/jam. Nah, beda dengan kecepatan cahaya (3×108 m/s). Jika ada pesawat bergerak 100 m/s dan pesawat yang kecepatannya 2,9×108 m/s, tetap saja kecepatan cahaya bernilai 3×108 m/s bagi kedua pesawat. Subhanallah..

Ada rumus untuk menjumlahkan kecepatan. Kasusnya ada orang diam(O), Kecepatan mobil B terhadap orang (VBO) = 80 km/jam, kec. mobil A terhadap B(VAB) = 10 km/jam), maka bisa dipastikan VAO nya 80+20=100 km/jam. Tapi, itu katanya fisika lama, yang modern rumusnya:  VAO = (VAB + VBO) dibagi 1+(VAB . VBO)/C2 . Nah lho? Pa Har bikin kaget dengan bilang selama ini kita ngerasa aman2 aja pake rumus kecepatan biasa. Tapi sekali lagi, beliau meluruskan, rumus fisika lama bukan salah, tapi karena kecepatan yang terjadi di sekeliling kita ga mendekati kecepatan cahaya, jadi kalau dimasukin ke rumus sbg VAB . VBO hasilnya bakal beda 0,0000000001 (misal) sama cara fisika lama. Rumus di atas bisa dipake buat sesuatu yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Ko bisa ya? Padahal katanya Einstein ga pernah melakukan percobaan, hanya cukup memakai teori dan analisis yang mendalam kemudian ditemukanlah rumus-rumus tersebut.

Oya, ada yang menarik lagi. Kalo kita bisa mencapai kecepatan cahaya (C), kita ga akan terkena waktu atau bisa dibilang awet muda lah. Pa Har mengajak kita berkhayal, andaikan kita ada di dalam pesawat yang bergerak dengan percepatan a=50 m/s2, kapan waktu untuk mencapai C?

a=50m/s2

Vt = V0 + at

3×108 = 0 + at

t = 6×106 s

sekon dikonversikan ke tahun: dibagi 3,14×107 jadi 0,2 tahun atau sekitar 2 bulan.

Terus Pa Har bilang “2 bulan menuju keabadian”. Semuanya spontan ketawa, apalagi pas Chris nambahin: “Iya, tapi abadinya pas udah di alam lain”

Dipikir-pikir, bisa juga ya, 2 bulan untuk selamanya kenapa engga? Tapi ga mungkin deng, manusia ga akan kuat gerak dengan kecepatan segitu. Ini intermezzo dari Pa Har aja sih.

Terakhir, selintas aja, Pa Har nanya, : ”Ada ga benda yang kalau dilempar ga akan jatuh menuju pusat bumi?” Semuanya berpikir ga ada, karena emang udah Sunatullah kalau semua benda pasti bakal kena gaya gravitasi bumi. Tapi ternyata ada! Ada, kalau benda itu dilempar dari atas gunung dengan kecepatan orbit. Benda itu ga akan jatuh dan akan terus mengelilingi bumi. Tapi untuk kecepatan orbit belum dibahas mendalam, nanti kalau udah dapet ilmunya aku cantumin di sini deh.

Puncaknya nih, di samping sekian banyaknya rumus-rumus yang mungkin belum kita ketahui semuanya, para ilmuwan sekarang lagi nyari (kalo ga salah namanya) T.E.O singkatan dari Theory of Everything. Mereka ceritanya mau nyari rumus yang mencakup semua rumusa. Jadi rumusnya bisa diturunin dll dsb menghasilkan semua rumus2 yang ada. Subhanallah ya, kita harus mencontoh semangat mereka dalam menemukan hal yang baru. Kita juga harus cinta ilmu pengetahuan,  Rasulullah aa seorang pecinta ilmu, masa umatnya engga?

Yup, kayanya sgini dulu yang bisa aku bagi. Intinya, ternyata ilmu Allah itu sangat luas ya, baru tau kalo Astronomi itu rame! Selintas kepikiran nih mau jadi astronom..  Nantikan kisah2 ilmu pengetahuan lainnya!

Wallahua’lam bishshawab..

-Aplikasi dari postingan sebelumnya nih ceritanya, kalau ada yang salah mohon dikoreksi, ya-

Long time no see

Posted in hikmah, ibrah, sekedar nambah ilmu tagged , , at 9:20 am by aulia fr

Assalamu’alaikum..

Teman2, lama tak jumpa ya, udah kelas 3 mah sibuk nih, susah nyempetin diri buat nulis teh. Sementara cerita2 udah berseliweran tapi ga sempet nuanginnya ke tulisan. Tapi untunglah ada soal-soal mekanika jadi lumayan ada kerjaan. Lho? Ga nyambung ya? Gapapa lah ya, lanjutin aja ok?

Ceritanya nih di postingan ini saya (saya? Udah lama ga nulis jadi kagok uy) mau sedikit bagi2 ilmu yang udah didapet, yang mudah-mudahan bermanfaat dan bisa langsung diaplikasikan.

Ok, jadi begini, waktu Ramadhan kemarin, si ibu ngasih 2 lembar fotokopian. Judulnya lupa, tapi intinya lembaran itu memberitahukan bahwa Pak Hernowo membuka SEKOLAH MENGIKAT MAKNA untuk siswa kelas 3SMP-3SMA dengan Pak Hernowo terjun langsung sebagai pengajarnya. (Btw, pd tau Pak Hernowo kan? Itu lho, yang banyak nulis buku-buku motivasi dan buku panduan untuk “penulis pemula”. Bukunya banyak banget!! Andaikan Buku Sepotong Pizza, Quantum Learning, Quantum Reading, Mengikat Makna, dll.) Jadwalnya tiap Senin-Kamis-Sabtu dari jam 16.00-17.30 kira2. Berhubung rumah beliau ga begitu jauh, masih kuat lah kalo naik sepeda kesana, akhirnya aku setuju waktu disuruh ibu ikutan. Pak Hernowo gitu yang ngajarnya. Wah… Pasti asik..! Dan yang paling bikin seneng, biayanya nol rupiah!!^^ Beliau juga nyantumin di lembar itu kalo syarat ikut sekolah ini cuma 3: bawa buku catatan, bawa buku cerita yang paling disukai, dan mengajukan minimal 1 pertanyaan yang ditulis di buku catatan. Simpel kan?

Hari Kamis sepulang sekolah aku kesana. Dan wow! Akhirnya ketemu juga sama Pak Hernowo tapi… pesertanya SMP smua, hiks. Gapapa2, ga ada kata malu buat belajar, ya ga? Waktu aku nyampe, acaranya udah setengah jalan, yaudah aku ikutin aja dengan konsentrasi penuh pada tiap kata-kata Pak Hernowo. Sistem sekolahnya ga formal, mungkin tujuan beliau agar peserta yang ikut bisa ter-explore karena suasananya dibuat senyaman mungkin seperti sedang mengobrol bersama teman.

Pertemuan kali itu membahas seputar tujuan dari sekolah itu didirikan. Berangkat dari ayat pertama Al-Qur’an yang diturunkan, “Iqra”, “Bacalah!”. Beliau ingin menumbuhkan minat baca yang tinggi pada generasi muda yang saat ini sudah dibombardir media dan fasilitas yang melenakan. Lalu beliau mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” Beliau melihat realita bahwa siswa-siswa seolah dipaksa untuk memahami pelajaran, contohnya banyak guru yang berkata: “Kalian baca halaman 30-50, minggu depan akan diulangankan!” Si guru tidak memperhatikan bahwa 20 halaman itu sangat memberatkan siswa dengan paragraf yang panjang-panjang dan tulisan yang berderet sangat rapi. Siswa hanya diminta membaca tanpa mengikat maknanya, lalu ketika nilai siswa ancur semua, siapa yang disalahkan? (Siswanya dong, salah sendiri bacanya males-malesan^^). Di sini Pak Hernowo mengajarkan bagaimana cara mengikat makna yang akan memberikan manfaat pada kita untuk ke depannya.

Mengikat makna akan jauh lebih lebih bermanfaat dibanding hanya membaca dan paham saja. Karena seperti yang dikatakan Sayyidina Ali, kita perlu mengikat makna agar ilmu yang kita punya tidak hilang begitu saja ketika angin menerjang. Caranya? Ternyata sangat mudah, kawan! Seperti menulis di buku notes, hanya tambahkan kata aku sebagai subjeknya. Contohnya:

Hari ini aku baru tau lho, kalo sebenernya energi ionisasi itu ga nentuin kereaktifan suatu unsur, yang nentuin itu kelektronegatifannya. Waduh, berarti ulangan kemarin essay no.3 aku salah dong T.T

Yang di atas mah malah curhat pengalaman sendiri, hehe. Tapi intinya gitu. Kita harus terlibat dalam catatan yang kita buat. Tulis aja seolah-olah kita lagi ngobrol sama seseorang. Tambahin komentar-komentar yang mencolok dan sekiranya bisa bikin kita inget terus sama yang kita tulis.

Ilmu yang aku dapet dari sekolah ini banyak banget, subhanallah.. Makasih banyak, Pak. Aku juga ga pernah lupa sama satu pertemuan yang saat itu sebenernya sekolah libur tapi aku ga tau dan keburu dateng. Alhamdulillah istri beliau menyambut dengan ramah dan bilang nawarin buat nunggu Pak Hernowo pulang kerja. (aduh maaf Pak, pulang kerja langsung diganggu). Kali itu aku kayak privat eksklusif sama Pak Hernowo.

Di akhir pertemuan, aku bilang: “Pak, saya udah bikin blog, barangkali Bapak mau kunjungi terus mengomentari. Boleh Pak?” (udah siap-siap pegang pulpen buat nulis alamat blog ini)

Tiba-tiba beliau menjawab: “Saya tanya dulu, buat apa Adik bikin blog?”

Aku: (diam, berpikir)

Bapak: “Sudah banyak orang yang minta dinilai tulisannya dan bilang: kunjungi blog saya Pak, tapi saya selalu nanya tujuan mereka bikin blog apa. Isi blognya apa. Apakah cuma buat ikut-ikut orang atau apa. Kalau kamu sudah yakin tujuan kamu, ga perlu tanya pendapat orang lain, menulis saja dengan percaya diri. Kalau kamu yakin kamu nulis yang bermanfaat bagi orang lain, lanjutkan menulis, kalau engga ya jangan, buat apa nulis kalau ga ada tujuan.”

Aku: (melongo. Pulpen hampir jatuh dari genggaman)

Bapak: “Saya ga ngelarang Adik bikin blog ya, hanya sayang saja, cape2 buat blog kalau g ada manfaatnya. Tau tidak AMBAK? Apa Manfaatnya Bagiku?”

Aku: “Oh iya tau Pak, saya udah baca bukunya”

Bapak: “Nah, praktekkan itu, ok?”

Pertemuan yang sangat berkesan ini ditutup dengan azzamku dalam hati : Aku akan buat magicpencil.wordpress.com jadi berguna bagi siapapun yang membacanya, kan kata Pak Hernowo juga“kalau yakin itu bermanfaat, lanjutkan!”

Begitulah, teman2, ilmu yang dipetik dari seorang penulis terkenal, Pak Hernowo, selama Ramadhan kemarin. Sebenernya ilmunya yang aku dapet ga hanya sampai sini, masih banyak ilmu-ilmu berharga yang cukup ditulis 1 kali slesai. Tapi  jangan khawatir, postingan2 selanjutnya ngantri buat dibaca..!

09.27.09

Protected: Six years

Posted in renungan, zakaria at 9:41 am by aulia fr

This post is password protected. To view it please enter your password below:


06.23.09

Rasul Emang Cool dan Genius!!!

Posted in hikmah, ibrah, renungan, sekedar nambah ilmu tagged , , at 11:21 pm by aulia fr

Mari membedah buku!!!! –edisi resensi-

Alhamdulillah, setelah sekian lama resensi buku ini kosong melompong, akhirnya terisi juga. Fiuh. Maaf ya buat kalian2 yang udah nunggu2 edisi resensi buku ini terbit (GR amat).kjxhvsd

Baru baca buku yg judulnya “Rasul emang Cool-Chatting sama Rasul #1” ama “Rasul emang Genius-Chatting ama Rasul #2”. Subhanallah… bukunya cukup inspiratif. Bagi yang sering bingung trus bimbang dan plin plan atau yang sering leuleus (kurang smangat dan motivasi atau apapun), sangat dianjurkan untuk membaca buku ini. Dari sini kita belajar untuk memikirkan hal-hal yang selama ini sering kita lupakan. Pikiran ini yang sering dibingungkan masalah2 yang sebenernya gampang tapi dibuat rumit, setelah baca buku ini jadi sadar, masih banyak hal PENTING yang perlu dipikirin. Tapi sbenernya baca buku motivasi manapun, pasti kita sadar kaya gitu. Cuma yang bikin buku ini special tuh, ada paragraph yang sangat WOW!!!!

Di buku kedua halaman 9, bagian pengantar penulis yang berjudul “Sekadar Refleksi”, oya lupa, nama pengarangnya Bambang Q-Anees. Beliau berpendapat tentang karikatur tentang Nabi Muhammad yang sangat-sangat tidak pantas ditujukan kepada seorang Rasul. Pak Bambang menulis:
“…..Tak pantas rasanya menemukan gambar ‘seorang lelaki Arab’ (yang diberi nama Muhammad) dengan rupa yang tak jelas, sedang melakukan hal tak senonoh, atau di atas serbannya ada sebuah bom yang siap meledak. Ini benar-benar menyesakkan.”
Selanjutnya Pak Bambang menuturkan bahwa gambar-gambar tersebut tidak sah disebut sebagai karikatur karena tidak ada yang tahu bagaimana rupa Nabi Muhammad. Jadi gambar itu hanyalah sekedar karikatur isapan jempol yang tidak bertanggungjawab. Setuju banget, Pak!!!! SETUJUUU!!!!! Tapi tiba2 aku disentakkan oleh kalimat-kalimat di paragraph selanjutnya:
“Namun, gambar itu sekaligus menyajikan kesadaran yang menyesakkan, yaitu bahwa karikatur itu tidak dibuat dengan merujuk pada ciri khas fisik yang dimiliki Rasulullah. Gambar itu dibuat dengan merujuk pada perilaku umatnya, perilakuku.”
Siuuuuut, jleb!!! Jleb!! 10000X. Langsung speechless….
Kata-kata yang masih bisa aku cerna adalah : “….Jadi, gara2 aku yang tak pantas, Rasulullah mendapatkan penghinaan.”
Hiks. Ini baru pengantarnya, bung! Belum isinya

Trus ada yang keren lagi. Pak Bambang mengutip puisi karya Camelia Bader, judulnya yg udah ditranslate adalah “Aku Ingin Tahu!”. Bagian akhirnya berisi:
It might be interesting to know (Barangkali menarik juga mengetahui)
The things that you would do (Segala apa yang akan kau lakukan)
If the Prophet Muhammad, in person, came (Bila Nabi Muhammaddatang secara pribadi)
To spend some time with you (untuk menghabiskan beberapa saat bersamamu)
Puisi ini bener-bener-bener-bener bikin kita introspeksi diri. Harus baca, harus!!! (baca puisinya plus baca bukunya)

Eh, ngomong2 ini kok jadi kayak bukan resensi ya? Lebih ke rekomendasi buku. Ngg.. jujur, sebelumnya aku juga belum baca 2 buku ini secara utuh, baru sekilas doang. Tapi liat dari pengantarnya aja udah bikin speechless, apalagi dalemnya? Ya ga?

KETERANGAN BUKU:
Judul : Rasul Emang Cool-Chatting sama Rasul #1 dan
Rasul Emang Genius- Chatting sama Rasul #2
Jenis buku: Penuntun Remaja
Penulis : Bambang Q-Anees
Penerbit : DAR! Mizan
Cetakan 1 Juni 2006 (wah! Emang ni buku udah lama, dan aku baru tau, hiks)
Dikomentari juga oleh Sulis dan Rafi Ahmad (???)

THE ‘COMING SOON’ POST
))) Resensi buku “Bidadari-Bidadari Surga” karya tere-liye (sebenernya cuma ngopy paste dari tugas resensi novel B. Indonesia, hehe)

))) The Un-told science (fenomena aneh yg pernah terjadi pada tubuh manusia)

Next page