SAY NO TO TELEVISION!!!

Ehm. Kayanya bakal banyak yang ga setuju sama artikel kali ini. Dari judulnya ada udah menimbulkan ‘kontroversi’ gitu. Tapi, aku punya bukti, Kawan-kawan. Bukti yang membuktikan bahwa televisi adalah racun yang efeknya tidak terasa namun ternyata bisa lebih berbahaya dari narkoba. Serius!! Ga percaya?

> Rata-rata lulusan SMP telah menghabiskan waktu 15.000 jam untuk menonton TV, bandingkan dengan waktu yang dihabiskan di kelas yang hanya 11.000 jam (kata Nielson Index)

> Ternyata waktu menonton TV tersebut lebih banyak dibandingkan waktu untuk mencapai gelar sarjana (ujar James Trelease)

Another reasons:
> Gambar-gambar di TV berubah cepat sehingga otak tidak sempat memproses image secara baik.
Sebenernya ada satu tayangan TV yang perubahan gambarnya ga begitu cepet. Kayanya lumayan “ramah” ke mata, tuh. Tapi judulnya “DORA The Explorer”

> Sumber cahaya yang berpendar dari TV meletakkan belahan otak kiri dan kanan ke dalam gelombang alpha (slow wave of inactivity) yang merusak keseimbangan dan interaksi antara otak kiri dan kanan.
Intinya merusak otak, aja.

> Hasil besaran fisik yang dipancarkan media audio visual elektronik (madan magnet dan elektrik) masih jauh di bawah ambang yang diizinkan WHO.
Jadi gelombang yang dipancarkan TV bisa mengganggu kinerja tubuh kita.

> Intensitas kebisingan televisi berpengaruh buruk terhadap memori jangka pendek (short-term memory), kemampuan membaca, dan konsentrasi.

> Menonton TV cenderung membuat kirta menjadi pasif, baik pasif secara fisik maupun otak. Karena ketika menonton TV, kita seolah-olah dituntut untuk menerima suatu peristiwa, menjadi penonton yang kaku dan monoton.

> TV is addictive!!!
Percaya deh, pasti tahan 5 jam depan TV juga.. (Bandingin sama baca buku depan meja belajar. Baru 5 menit juga udah 5 watt)

> Pihak2 yang menginginkan kehancuran generasi muda Indonesia (wallahua’lam siapa) ternyata punya strategi. Mereka menyelipkan tayangan porno di sela-sela film atau iklan karena mereka tau dan sadar bahwa TV adalah “kotak imajinasi” yang sangat diminati masyarakat saat ini. Tujuan utama mereka adalah anak2, mengapa? Pertama, karena ketika melihat sebuah tayangan, hal tersebut akan terekam secara jelas oleh anak yang menonton. Hal ini sulit dihilangkan bahkan dapat menjadi ingatan permanen. Kedua, ternyata mereka menyiapkan adik2 kita untuk jadi konsumen majalah ‘tak bermoral’ yang akan mereka terbitkan nanti, bertahun-tahun kemudian.
Naudzubillah..

Mau alternatifnya??
Ganti hiburan televisi dengan… MEMBACA!!!!
bandingkan perbedaannya:
> Membaca mengaktifkan kemampuan berfikir dan menganalisis.

> Meningkatkan kemampuan konsentrasi

> Menstimulasi rasa ingin tau.

> Memberi peluang lebih luas untuk berimajinasi.

> dan masih banyaaak lagi manfaat dari membaca yang sudah tidak diragukan kebenarannya..!!

Wah, Subhanallah ya. Apalagi jika Al-Qur’an kita jadikan bacaan untuk menghibur kita, sebagai obat di kala sedang sakit (hati), dan ini jauh lebih baik daripada nongkrong (nangkring) depan TV berjam-jam. Ya ga?

So, SAY NO TO TELEVISION!!!
(Baca 3X!!! Baca, Baca, Baca!!!)^^

Sumber: Selembar fotokopian di tumpukan kertas2 yang udah ga kepake.

NB: Aku nulis ini bukan dendam gara2 ga dibolehin nonton TV sama ibu, ya. Hanya mengingatkan, bahwa orang yang menginginkan kehancuran Islam ternyata gencar menjalankan misi mereka salah satunya lewat televisi yang bisa dibilang adalah salah satu hiburan paling populer yang diminati. Dan target utama mereka adalah kita dan adik2 kita, para generasi muda Islam.
Semoga Allah senantiasa menjauhkan kita dari hal-hal yang sia-sia. Amin.

Natrium Benzoate

Ehm. Wah, wah, udah lama nih ga nulis2, lama ga nengok si pensil ajaib yang tergeletak gitu aja di ruang pikiran paling pojok (??). Tanggal 28-29 Desember 2008, aku camping ke Puntang dalam rangka Rihlah 2 Intifada’ bareng2 sama yang lain. Daan… tanggal 1-2 Desember aku camping lagi, AGAIN, sama keluarga dan teman2 SD (SD??). Walaupun bosen, ya.. dibuat enjoy aja, lah. (enjoy sih iya, tapi pulangnya pegel2, man! Hiking malem dan pagi, masuk gua sambil jongkok, naik-turun tangga buat ke masjid, air sedingin es, lupa bawa jaket, makanan ketinggalan, TOT)

STOP!! Jadi arahannya ke mana nih?? Mau crita apa??

Hohoho.. maaf saudara2! Keasyikan cerita nih. Sbenernya ga bkl crita macem2, sih. (beuh) Cuma, waktu camping bersama teman2 SD, aku denger percakapan Ibu-Ibu Guru yang ikut mendampingi kami.

Bu E : “Eh, saya lihat lho, di bungkus makanan ****** (sensor) ada tulisan ‘Komposisi : bla, bla, bla, natrium benzoat, dan tanpa bahan pengawet’ “

Guru2 yang lain serempak tertawa. Aku rada mikir dulu. Trus tiba2 aku sadar. Ya Allah, apan natrium benzoat teh bahan pengawet.. Gubrak!! Grasak grusuk jegar jeger DHUAR!!!

Aku cuma tersenyum kecil trus mikir, apa maksud sebenarnya si pembuat makanan itu nyantumin “tanpa bahan pengawet” persis di sebelah “natrium benzoat”??? Ada dua kemungkinan :

1. Pembuatnya / pencetak bungkusnya / (whatever lah) berniat meyakinkan sekaligus membodohi konsumen dengan bilang ‘no preservatives’ tapi menurut aku malah jadi terlihat bodoh.
2. Pembuatnya / pencetak bungkusnya / (whatever lah) ga ada niat sama sekali buat ngebo’ongin kita bahkan emang ga tau kalo natrium benzoat itu bahan pengawet.

Hmm.. jadi kepikiran, nih. Orang Indonesia kebanyakan ga peduli sama kesehatan. Makan asal aja, yang penting enak dan bikin kenyang, ga peduli bahan apa yang dimakan atau apa aja kandungan gizinya. Miris rasanya hati ini (halah, bahasanya..)

Sekarang banyak banget produk makanan yang nambahin monosodium glutamate (MSG) dan secara terang-terangan nyantumin di komposisinya. Dan yang aneh, sama kita tetep aja dibeli walaupun kita tau MSG tuh berbahaya. Kadang, di rumah pun kita pake MSG supaya makanan yang dimasak jadi lebih sedap.

Sikap kayak gini bikin aku bingung. Aneh. Padahal kita tau makanan kita g sehat dan banyak efek sampingnya, tapi tetep aja dikonsumsi. Kenapa ya?? Masa cuma buat memenuhi keinginan perut? Alasan yang logis sih (hehe). Tapi, emangnya kita ini hidup buat makan?? Engga, kan?? Apa perlu tulisan di bungkusnya diganti yang asalnya :

“MAKANAN RINGAN ENAK DAN LEZAT, GURIH LAGI. COCOK UNTUK PIKNIK DAN BERPERGIAN KE MANA SAJA. PRAKTIS DIBAWA DAN MENGENYANGKAN!!”

jadi:

“RACUUN… RACUUUN.. KALO DIMAKAN OTAKNYA BISA RUSAK.. PRAKTIS DAN HARGANYA PAS SAMA DOMPET KITA, TAPI KALO OTAKNYA UDAH RUSAK, BIAYA BEROBATNYA MAHAL BANGEEET.. AYO BELI RACUN..!!!!”

Nah lho! Naudzubillah.. Serem amat. Sbenernya sih MSG itu ga berbahaya asal ga berlebihan, tapi siapa sih yang tau udah segimana banyak kandungan MSG yang ada di tubuh masing2? Kita juga kan lebih baik mengkonsumi makanan yang halal dan thoyyib, halal ga menjamin makanan itu baik untuk dikonsumsi, ‘ner ga?

Wawawaw, dari natrium benzoate melenceng jauh banget yak! (ga juga, sih). Pokonya, mari kita memulai hidup sehat dari sekarang!!! Allah menitipkan tubuh ini pada kita bukan untuk “disuapi” racun yang bisa menggorogoti tubuh kita kapan aja dan di mana aja, tapi untuk dijaga dan disayangi. Inget, tubuh kita ini amanah, lho.. (dari Allah, pula)  So, mari jaga kesehatan, dan memulainya dengan hati2 dalam memilih makanan!! RIGHT NOW!!