Sindrom Asperger S

Ga sengaja tadi buka-buka buku diary (ha?? masih jaman gt? masih, dong!) jadul yang dari taun 2005 masih belum penuh-penuh aja, ampe bosen liatnya juga. Dan, mataku tiba-tiba tertumbuk pada tulisan ancur aku waktu kelas 1 SMP dlu, dengan judul yang ditebelin ama krayon (hahaha) warna ijo lumut. Aku inget, waktu itu pernah baca Princess’ Diary, dan di dalemnya ada sedikit catetan ttg Sindrom Asperger S ini. (perasaan kayak nama apa.. gitu. Asparagus!!) Emang rada kurang kerjaan sih, sampe disalin segala. Tapi berhubung topiknya menarik, ya skalian iseng, lah. Hhehe. Dan, dari pengamatan yang dilakukan dengan susah payah karena objek yang sedang dicoba untuk dimengerti adalah tulisan ancur Uli, hasilnya adalah sbb :

SINDROM ASPERGER S

1. Kondisi yang dikenal sebagai Sindrom Asperger S ( Pervasive Developmental Disorder) ditandai dengan ketidakmampuan berfungsi normal dalam interaksi sosial dengan orang lain.

2. Kemampuan komunikasi nonverbal lemah.

3. Tidak sukses mengembangkan hubungan dengan teman sebaya.

4. Tidak memberikan reaksi yang tepat dalam situasi sosial.

5. Tidak gembira saat yang lain gembira.

6. Kebanyakan diderita pria.

7. Janggal dalam lingkungan tapi memiliki tingkat intelektual di atas rata-rata.

8. Lebih sukses di bidang sains, komputer, dan musik.

9. Bermasalah dengan melakukan kontak mata, ekspresi sosial, postur tubuh, atau gerakan-gerakan tidak terkendali.

10. Oleh anak-anak lain dijuluki aneh/culun.

11. Kurang respon kepada sosial / perasaan emosional.

12. Tidak mampu mengabaikan kesalahan-kesalahan kecil.

13. Secara kontinyu mengetukkan jari tangan, menggerakkan tangan dan lutut / seluruh tubuh.

14. Perhatian/terobsesi pada subjek-subjek seperti sejarah dunia, koleksi batu, jadwal pesawat.

15. Secara umum sering melukai diri sendiri.

Ciri-ciri yang tidak termasuk dalam Asperger S adalah tidak ada indikasi dari retardasi bahasa / retardasi dalam rasa ingin tahu yang tipikal pada usianya. (Duh, yang ini mah, punten nya, teu ngartos pisan..)

PS : Beberapa pasien sama sekali tidak menganggap kelainan ini sebagai sesuatu yang mengganggu.

Waduh! Ada beberapa point yang emang cocok sama aku. Dan hampir semuanya berkaitan dengan hubungan sosial dan semacamnya lah. Trus lebih sukses di bidang sains dan musik juga, continue menggerakkan lutut, kurang respon/kurang peka, aduhaduhaduh… Jujur aja, dulu juga aku sempet ngira kena Sindrom mengerikan ini. Gimana dong??? Hua.. Jangan sampe, deh.