Answering the “Who will be the next ‘Greg’?” question

Do you remember my older post about ‘Gregs’? ‘Gregs’ which means ‘Greg Mortenson’ and ‘Greg Iles’ who wrote amazing books that can influence me several days after reading it. And guess what? Months ago (the fact is I’m very busy–studying, cleaning the house, studying, preparing violin performance for unit at campus, studying, taking care of my-2-years-old-and-very -funny-sister, so now I’m reporting news that had been happening months ago, long long ago even before I faced my middle test) at bookstore, I found the next Greg, an author who has similar name with that two people. ‘Gregg Olsen’ with his book, ‘A Cold Dark Place’. The name is one word different, exactly, but the author’s name indirectly force me to read it, hohoho. Unfortunately I’ve not read it yet, but if I have spare-time, I promise I will buy that book and share it to all of you. Let’s see the way this Greg (or Gregg) amazed us.

Rasul Emang Cool dan Genius!!!

Mari membedah buku!!!! –edisi resensi-

Alhamdulillah, setelah sekian lama resensi buku ini kosong melompong, akhirnya terisi juga. Fiuh. Maaf ya buat kalian2 yang udah nunggu2 edisi resensi buku ini terbit (GR amat).kjxhvsd

Baru baca buku yg judulnya “Rasul emang Cool-Chatting sama Rasul #1” ama “Rasul emang Genius-Chatting ama Rasul #2”. Subhanallah… bukunya cukup inspiratif. Bagi yang sering bingung trus bimbang dan plin plan atau yang sering leuleus (kurang smangat dan motivasi atau apapun), sangat dianjurkan untuk membaca buku ini. Dari sini kita belajar untuk memikirkan hal-hal yang selama ini sering kita lupakan. Pikiran ini yang sering dibingungkan masalah2 yang sebenernya gampang tapi dibuat rumit, setelah baca buku ini jadi sadar, masih banyak hal PENTING yang perlu dipikirin. Tapi sbenernya baca buku motivasi manapun, pasti kita sadar kaya gitu. Cuma yang bikin buku ini special tuh, ada paragraph yang sangat WOW!!!!

Di buku kedua halaman 9, bagian pengantar penulis yang berjudul “Sekadar Refleksi”, oya lupa, nama pengarangnya Bambang Q-Anees. Beliau berpendapat tentang karikatur tentang Nabi Muhammad yang sangat-sangat tidak pantas ditujukan kepada seorang Rasul. Pak Bambang menulis:
“…..Tak pantas rasanya menemukan gambar ‘seorang lelaki Arab’ (yang diberi nama Muhammad) dengan rupa yang tak jelas, sedang melakukan hal tak senonoh, atau di atas serbannya ada sebuah bom yang siap meledak. Ini benar-benar menyesakkan.”
Selanjutnya Pak Bambang menuturkan bahwa gambar-gambar tersebut tidak sah disebut sebagai karikatur karena tidak ada yang tahu bagaimana rupa Nabi Muhammad. Jadi gambar itu hanyalah sekedar karikatur isapan jempol yang tidak bertanggungjawab. Setuju banget, Pak!!!! SETUJUUU!!!!! Tapi tiba2 aku disentakkan oleh kalimat-kalimat di paragraph selanjutnya:
“Namun, gambar itu sekaligus menyajikan kesadaran yang menyesakkan, yaitu bahwa karikatur itu tidak dibuat dengan merujuk pada ciri khas fisik yang dimiliki Rasulullah. Gambar itu dibuat dengan merujuk pada perilaku umatnya, perilakuku.”
Siuuuuut, jleb!!! Jleb!! 10000X. Langsung speechless….
Kata-kata yang masih bisa aku cerna adalah : “….Jadi, gara2 aku yang tak pantas, Rasulullah mendapatkan penghinaan.”
Hiks. Ini baru pengantarnya, bung! Belum isinya

Trus ada yang keren lagi. Pak Bambang mengutip puisi karya Camelia Bader, judulnya yg udah ditranslate adalah “Aku Ingin Tahu!”. Bagian akhirnya berisi:
It might be interesting to know (Barangkali menarik juga mengetahui)
The things that you would do (Segala apa yang akan kau lakukan)
If the Prophet Muhammad, in person, came (Bila Nabi Muhammaddatang secara pribadi)
To spend some time with you (untuk menghabiskan beberapa saat bersamamu)
Puisi ini bener-bener-bener-bener bikin kita introspeksi diri. Harus baca, harus!!! (baca puisinya plus baca bukunya)

Eh, ngomong2 ini kok jadi kayak bukan resensi ya? Lebih ke rekomendasi buku. Ngg.. jujur, sebelumnya aku juga belum baca 2 buku ini secara utuh, baru sekilas doang. Tapi liat dari pengantarnya aja udah bikin speechless, apalagi dalemnya? Ya ga?

KETERANGAN BUKU:
Judul : Rasul Emang Cool-Chatting sama Rasul #1 dan
Rasul Emang Genius- Chatting sama Rasul #2
Jenis buku: Penuntun Remaja
Penulis : Bambang Q-Anees
Penerbit : DAR! Mizan
Cetakan 1 Juni 2006 (wah! Emang ni buku udah lama, dan aku baru tau, hiks)
Dikomentari juga oleh Sulis dan Rafi Ahmad (???)

THE ‘COMING SOON’ POST
))) Resensi buku “Bidadari-Bidadari Surga” karya tere-liye (sebenernya cuma ngopy paste dari tugas resensi novel B. Indonesia, hehe)

))) The Un-told science (fenomena aneh yg pernah terjadi pada tubuh manusia)

SAY NO TO TELEVISION!!!

Ehm. Kayanya bakal banyak yang ga setuju sama artikel kali ini. Dari judulnya ada udah menimbulkan ‘kontroversi’ gitu. Tapi, aku punya bukti, Kawan-kawan. Bukti yang membuktikan bahwa televisi adalah racun yang efeknya tidak terasa namun ternyata bisa lebih berbahaya dari narkoba. Serius!! Ga percaya?

> Rata-rata lulusan SMP telah menghabiskan waktu 15.000 jam untuk menonton TV, bandingkan dengan waktu yang dihabiskan di kelas yang hanya 11.000 jam (kata Nielson Index)

> Ternyata waktu menonton TV tersebut lebih banyak dibandingkan waktu untuk mencapai gelar sarjana (ujar James Trelease)

Another reasons:
> Gambar-gambar di TV berubah cepat sehingga otak tidak sempat memproses image secara baik.
Sebenernya ada satu tayangan TV yang perubahan gambarnya ga begitu cepet. Kayanya lumayan “ramah” ke mata, tuh. Tapi judulnya “DORA The Explorer”

> Sumber cahaya yang berpendar dari TV meletakkan belahan otak kiri dan kanan ke dalam gelombang alpha (slow wave of inactivity) yang merusak keseimbangan dan interaksi antara otak kiri dan kanan.
Intinya merusak otak, aja.

> Hasil besaran fisik yang dipancarkan media audio visual elektronik (madan magnet dan elektrik) masih jauh di bawah ambang yang diizinkan WHO.
Jadi gelombang yang dipancarkan TV bisa mengganggu kinerja tubuh kita.

> Intensitas kebisingan televisi berpengaruh buruk terhadap memori jangka pendek (short-term memory), kemampuan membaca, dan konsentrasi.

> Menonton TV cenderung membuat kirta menjadi pasif, baik pasif secara fisik maupun otak. Karena ketika menonton TV, kita seolah-olah dituntut untuk menerima suatu peristiwa, menjadi penonton yang kaku dan monoton.

> TV is addictive!!!
Percaya deh, pasti tahan 5 jam depan TV juga.. (Bandingin sama baca buku depan meja belajar. Baru 5 menit juga udah 5 watt)

> Pihak2 yang menginginkan kehancuran generasi muda Indonesia (wallahua’lam siapa) ternyata punya strategi. Mereka menyelipkan tayangan porno di sela-sela film atau iklan karena mereka tau dan sadar bahwa TV adalah “kotak imajinasi” yang sangat diminati masyarakat saat ini. Tujuan utama mereka adalah anak2, mengapa? Pertama, karena ketika melihat sebuah tayangan, hal tersebut akan terekam secara jelas oleh anak yang menonton. Hal ini sulit dihilangkan bahkan dapat menjadi ingatan permanen. Kedua, ternyata mereka menyiapkan adik2 kita untuk jadi konsumen majalah ‘tak bermoral’ yang akan mereka terbitkan nanti, bertahun-tahun kemudian.
Naudzubillah..

Mau alternatifnya??
Ganti hiburan televisi dengan… MEMBACA!!!!
bandingkan perbedaannya:
> Membaca mengaktifkan kemampuan berfikir dan menganalisis.

> Meningkatkan kemampuan konsentrasi

> Menstimulasi rasa ingin tau.

> Memberi peluang lebih luas untuk berimajinasi.

> dan masih banyaaak lagi manfaat dari membaca yang sudah tidak diragukan kebenarannya..!!

Wah, Subhanallah ya. Apalagi jika Al-Qur’an kita jadikan bacaan untuk menghibur kita, sebagai obat di kala sedang sakit (hati), dan ini jauh lebih baik daripada nongkrong (nangkring) depan TV berjam-jam. Ya ga?

So, SAY NO TO TELEVISION!!!
(Baca 3X!!! Baca, Baca, Baca!!!)^^

Sumber: Selembar fotokopian di tumpukan kertas2 yang udah ga kepake.

NB: Aku nulis ini bukan dendam gara2 ga dibolehin nonton TV sama ibu, ya. Hanya mengingatkan, bahwa orang yang menginginkan kehancuran Islam ternyata gencar menjalankan misi mereka salah satunya lewat televisi yang bisa dibilang adalah salah satu hiburan paling populer yang diminati. Dan target utama mereka adalah kita dan adik2 kita, para generasi muda Islam.
Semoga Allah senantiasa menjauhkan kita dari hal-hal yang sia-sia. Amin.