Gore-Tex, Salah Satu Penemuan Besar di Bidang Sandang

Gore-Tex adalah suatu membran permeabel yang bersifat tahan air dan terdiri atas milyaran lubang yang amat kecil dan kerap disebut breathable fabric. Dalam waktu bersamaan, Gore-Tex dapat melawan atau menahan air sekaligus terbuka untuk difusi uap air. Penciptaan bahan Gore-Tex oleh kimiawan Amerika bernama Robert W. Gore pada tahun 1969 ini bermula dari kekagumannya terhadap produk yang terbuat dari Teflon. Komponen kimia utama Teflon adalah politetrafluoroetilena (PTFE) yang dapat dipanaskan kemudian direntangkan atau diperpanjang. Tujuan dari perpanjangan ini adalah agar terbentuk membran yang memiliki pori-pori sangat kecil, ukurannya sekitar 20.000 kali lebih kecil dari tetes air, namun 700 kali lebih besar dari molekul uap air sehingga uap air dapat keluar dan kelembaban tetap terjaga.

 

Gambar 1 : Membran Gore-Tex seluas 1 inchi persegi memuat 9.000.000 pori-pori mikroskopis yang diambil menggunakan mikroskop elektron

Sumber : http://ninja250r.files.wordpress.com/2008/06/goretex_photo.gif?w=460

Hak paten atas Gore-Tex didapatkan tahun 1976 dan sejak saat itu bahan ini banyak digunakan dalam industri tekstil. Penggunaan Gore-Tex didukung oleh bahan-bahan lainnya. Terdapat lapisan-lapisan tertentu yang bertujuan untuk melindungi membrane inti untuk menjaga agar jangka waktu pemakaian produk tetap tinggi. Bahan-bahan tersebut disusun menjadi beberapa lapis seperti gambar berikut.

 

Gambar 2 : Skema lapisan garmen Gore-Tex

Sumber : http://ninja250r.files.wordpress.com/2008/06/goretex_schema-en_wikipwdia.png

Dari gambar si atas, terlihat beberapa lapisan yang menjadi suatu kesatuan dalam menjaga agar produk sesuai dengan fungsinya yaitu tahan air dan dapat ‘bernafas’. Lapisan paling dalam adalah lapisan halus, di atasnya terdapat lapisan pelindung baru kemudian ditumpuk oleh membran Gore-Tex yang menahan masuknya air ke lapisan dalam. Di atas membrane Gore-Tex terdapat lapisan pelindung dan lapisan luar yang melindungi lapisan-lapisan di bawahnya dari goresan.

Gore-Tex dipakai dalam pembuatan jaket, topi, sarung tangan, sepatu, celana, dan berbagai macam keperluan sandang lainnya. Namun yang pemakaian Gore-Tex dalam cakupan yang lebih luas lagi adalah pemakaian dalam keperluan militer sebagai bahan pelindung yang nyaman, pembuatan lapisan luar pakaian astronot karena dapat menahan degradasi sinar UV dan menahan suhu ekstrim, dan pemakaian di tempat tidur rumah sakit.

Namun ada sedikit kekurangan dari bahan ini yaitu pemakaiannya kurang cocok untuk kawasan tropis. Gore-Tex berfungsi maksimal ktika tekanan osmotik antara satu sisi dan sisi lain dari membrane cukup tinggi perbedaannya. Membran Gore-Tex pada pakaian umunya akan berhenti ‘bernafas’ ketika suhu di luar membran di atas 15-180C. Pada wilayah tropis yang lembab, keringat tidak dapat keluar karena persamaan suhu antara luar tubuh.

 

Sumber :

http://id.hicow.com/gore-tex/pakaian/terbuka-1840887.html

http://eko11april.blogspot.com/2011/05/gore-tex.html

http://tmcblog.com/2008/06/12/gore-tex-tak-kenal-maka-tak-sayang/

http://ninja250r.files.wordpress.com/

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10260448